Anak kosan terkenal dengan hidupnya yang malang di perantauan. Misalnya saja anak kos sangat identik dengan mie instan yang mempunyai harga murah dan juga dikenal sebagai penyelamat anak kosan ketika akhir bulan dan belum mendapatkan kiriman uang padahal uangnya sudah habis. Sehingga mie instan dengan harga murah, enak, dan juga mempunyai banyak rasa bisa menjadi pilihan tepat untuk makanan yang dikonsumsi anak kos ketika berhemat. Akan tetapi selain mengkonsumsi mie instan, ada beberapa cara mengelola uang yang bisa digunakan agar anak kos tidak perlu berhemat dan kiriman tetap masih hingga akhir bulan. Adapun cara yang bisa digunakan adalah sebagai berikut:
- Belanja bulanan mencari diskon
Cara mengelola uang pertama yang bisa digunakan adalah dengan belanja bulanan sehingga Anda tidak perlu lagi belanja kebutuhan selama sebulan. Belanja tersebut bisa dilakukan juga ketika ada banyak diskon sehingga akan lebih hemat. Anda bisa untuk membeli kebutuhan bulanan tersebut di swalayan yang mempunyai barang lengkap dan juga sering menawarkan diskon. Dengan belanja tersebut juga akan mencegah Anda untuk membeli barang yang kurang penting dan tidak dibutuhkan karena sudah belanja untuk kebutuhan bulanan Anda. - Memasak sendiri
Cara selanjutnya yang bisa digunakan adalah dengan memasak sendiri daripada harus membeli makan di luar. Karena anak kosan dan mempunyai kemampuan yang terbatas untuk mengolah makanan maka banyak yang lebih memilih untuk membeli makanan di luar. Tetapi apabila Anda membeli makanan di luar sebanyak tiga kali sehari tentu saja akan sangat boros dibandingkan makan dengan memasak sendiri yang jauh lebih hemat. Oleh karena itulah untuk menghemat pengeluaran bisa untuk memasak sendiri di kosan. - Hindari hutang piutang
Dan cara mengelola uang yang tepat untuk anak kosan adalah dengan menghindari hutang dan piutang. Keduanya memang menjadi ciri khas anak kosan yang saling gotong royong. Akan tetapi sebenarnya hal tersebut sangat kurang disayangkan karena apabila banyak hutang, uang kiriman hanya untuk membayar hutang. Dan apabila banyak meminjamkan uang belum tentu akan kembali pada tepat waktunya.