Menjelang lebaran, para karyawan atau pekerja pasti sudah menunggu datangnya pencairan THR atau Tunjangan Hari Raya. Tunjangan yang diberikan setahun sekali ini akan menjadi modal untuk mereka merayakan lebaran di rumah atau kampung halaman. THR ini nantinya yang akan digunakan untuk membeli kebutuhan rumah, dapur hingga memberi uang saku ke ponakan dan saudara. Namun tak selalunya uang THR harus dihabiskan untuk kebutuhan lebaran saja. Anda juga bisa menggunakannya untuk kebutuhan lain yang juga penting misalnya untuk melunasi hutang. Berikut ini adalah cara mengelola uang THR agar tak habis saat lebaran:
- Buat rencana pengeluaran uang atau anggaran.
Buatlah anggaran dimana Anda akan membelanjakan uang termasuk daftar saudara yang ingin Anda beri uang di hari lebaran. Jangan lupa biaya transportasi jika Anda memutuskan untuk mudik di hari lebaran. Kebutuhan memasak, angpao dan sebagainya bisa Anda hitung dan anggarkan terlebih dahulu.
- Persiapkan kebutuhan lebaran sedini mungkin.
Jika Anda sudah memiliki uang sebelum THR cair, maka tak ada salahnya untuk mencicil kebutuhan lebaran sedini mungkin. Saat harga-harga belum naik adalah saat yang tepat untuk membeli baju lebaran. Oleh-oleh saat akan mudik ataupun perlengkapan untuk mempercantik rumah Anda.
- Cemilan home made.
Cara mengelola uang di hari lebaran selanjutnya adalah membuat sendiri cemilan untuk tamu. Dengan begitu uang THR Anda akan lebih banyak tersisa dibandingkan jika Anda membeli jadi makanan tersebut yang pastinya memiliki harga mahal karena sedang musim lebaran.
- Sisakan THR.
Sisakan THR untuk digunakan pulang kembali ke rumah jika Anda mudik atau setidaknya untuk ditabung sehingga Anda memiliki uang lebih yang bisa dipakai untuk keperluan lainnya.
Itulah cara mengelola uang yang bisa Anda gunakan agar uang THR tidak habis hanya untuk lebaran dua hari di rumah ataupun di kampung halaman. THR memang diberikan menjelang hari raya namun bukan berarti Anda harus menghabiskannya hanya untuk kepentingan tersebut apalagi jika ternyata Anda masih memiliki kepentingan lain yang lebih darurat.